Polemik Hare Krishna, Dprd Bali Surati Gubernur, Ini Sikap Resminya

Posted by admin on

Banyak elemen masyarakat yang mengadukan keberadaan Hare Krishna, karena dinilai tidak sesuai dengan budaya, tradisi, adat istiadat Bali yang dijiwai Agama Hindu. Adi Wiryatama menegaskan, pada intinya DPRD Bali membatasi kegiatan Hare Krishna di Bali. Kalau memamg menganggu ketertiban umum dan kegiatan umat Hindu di desa adat, Hare Krishna bisa dibubarkan dan ditindak secara hukum. PHDI Bali sempat menggelar mediasi terkait dengan polemik Hare Krishna di Bali. Dijelaskan pada klarifikasi itu, pendiri ISKCON, Srila Prabhupada yang mengatakan bahwa ISKCON bukanlah Hindu, dilakukan lantaran untuk menghindari kesalahpahamaan ajaran yang ia berikan hanya khusus untuk orang dari satu agama atau dari india.

” Yang jelas, soal Hare Krishna ini dua kali sempat heboh di masyarakat. Jadi sebelum tahun 1984 itu sudah terjadi juga penyimpangan-penyimpangan yang prinsip dilakukan oleh hare krishna sehingga dibuatlah kebijakan pelarangan di seluruh Indonesia,” ungkap Putra Sukahet. Sementara itu, Majelis Desa Adat Provinsi Bali sebelumnya menginstruksikan seluruh 1.493 desa adat di Bali untuk tidak mengizinkan alias melarang Hare Krishna dan Sampradaya lainnya melakukan kegiatan ritualnya di setiap pura, fasilitas pedruwen desa adat, dan atau fasilitas umum yang ada di wewidangan desa adat. Keputusan ini diambil MDA Provinsi Bali dalam pesangkepan yang diperluas bersama seluruh MDA Kabupaten/Kota Se-Bali, di Sekretariat Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Niti Mandala Denpasar, 5 Agustus 2020 lalu. Menurut Adi Wiryatama, ada beberapa pertimbangan DPRD Bali atas sikap tegas terhadap keberadaan Hare Krishna. Dari beberapa penelusuran fakta-fakta di lapangan, keberadaan Hare Krishna selama ini kerap menimbulkan persoalan dan kegaduhan.

Soal Hare Krishna, Phdi Pusat Tegaskan Diputuskan Dalam Forum Mahasabha.

Ini dilakukan dengan niat yang agak sukses menciptakan gesekan di kalangan masyarakat India. Hal ini sesuai dengan kebijakan Inggris atas pembagian dan aturan untuk membuatnya lebih mudah bagi mereka yang terus berkuasa atas negeri itu. Berita ISKCON Hare Krishna , M.Si mengatakan, berdasarkan hasil rapat Tim Komunikasi, Mediasi dan advokasi PHDI Bali dengan Ormas Keagamaan Hindu dan ISKCON pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2020 terkait polemik Hare Krisna di media sosial. Saya ingin meluruskan disini, bnyak orang yang tersesat dalam mengikuti ajaran krishna yg diplokamirkan oleh saibaba. Bnyak hal yang dikatakn saibaba menyimpang dari bhagawad gita dan vaisnava besar word play here tidak mengakuinya sebagai awatara.

Terkait polemik Hare Krisna di Bali, pihaknya mengaku sudah melakukan pembahasan inner dengan pengurus harian, tim hukum, walaka, sampai pada rapat gabungan PHDI seluruh Bali. ” Ini kami lakukan untuk mengaajegkan agama, adat dan tradisi Bali,” katanya. Jangan sampai meninggalkan adat, budaya dan tradisi yang diwariskan leluhur. Jadi, meskipun saya tidak merasa bahwa “Hindu” adalah istilah yang tepat untuk mewakili budaya Arya Veda atau jalan spiritual, saya juga menggunakan kata itu dari waktu ke waktu untuk arti yang sama karena sudah jadi bagian dari kosa kata semua orang. Kalau tidak, karena saya mengikuti jalan Veda Sanatana-dharma, saya menyebut diri saya Sanatana-dharmist. Yang mengurangi kebutuhan untuk menggunakan tag “Hindu” dan juga membantu memusatkan perhatian pada sifat global jalan Veda. Oleh karena itu, saya mengusulkan bahwa semua orang yang menganggap dirinya sebagai orang Hindu mulai menggunakan istilah Sanatana-dharmist, yang tidak hanya mengacu pada terminologi Sansekerta yang benar, tapi juga lebih akurat menggambarkan karakter dan spiritual maksud sesungguhnya dari jalan Veda.

Upgrade Corona 16 Februari 2021: Positif 1 233.959 Orang, 1.039.674 Sembuh & 33.596 Meninggal.

Jadi mohon dengarkan dan baca semua tentang sri krishna dari vaisnava bonafid dan sastra2 yang terjamin. Ingatlah sekarng adalah zaman kali, raksasa sekalipun lahir menjadi brahmana untuk menyamarkan dan menghancurkan kebenaran. Pada 22 Juli 2020 kemarin, PHDI Bali sempat menggelar mediasi terkait dengan polemik Hare Krishna di Bali. Hasilnya, waktu itu ada wacana yang disampaikan oleh pihak Hare Krishna bahwa mereka tidak akan lagi mengadakan kegiatan di tempat umum atau diluar asram sehingga tidak mengundang polemik di masyarakat.

  • Tentang tudingan mengganggu Adat Istiadat Bali, mereka menyatakan, “Pengikut Hare Krishna di Bali pada dasarnya tetap mengikuti adat istiadat.
  • Word play here, pengurus perkumpulan ISKCON dalam klarifikasi itu menyatakan permintaan maaf atas keresahan ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan yang telah digelar.
  • Organisasi Hindu existed di luar Bali, seperti Prajaniti di Banten dan Jakarta, didukung 50 lebih organisasi Hindu di seluruh Indonesia, juga menyampaikan tentangan terhadap ajaran-ajaran ISKCON.
  • Mereka menilai ajaran ISKCON menyimpang dan melecehkan tradisi Hindu di Indonesia.